Resmi Jadi Rektor Baru, Harjo Seputro Tancap Gas Bawa Untag Surabaya Mendunia
Jumat, 23 Januari 2026 - 09:00:15 WIBDibaca: 57 kali
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memasuki babak baru kepempininan di awal tahun 2026. Harjo Seputro, ST, MT, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor I, resmi ditunjuk sebagai Rektor Untag Surabaya. Meski periode kepemimpinan 2026-2030 belum berakhir, pergantian struktural ini menandai akselerasi arah strategis kampus menuju World Class University.
Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah internasionalisasi program studi. Untag Surabaya akan mengajukan empat program studi jenjang sarjana, yaitu Teknik Mesin, Ilmu Hukum, Sastra Inggris, dan Ilmu Komunikasu, untuk disubmit dalam tahapan menuju World Class University.
Terkait proses tersebut, Harjo menyampaikan bahwa Untag Surabaya tidak menghadapi kendala berarti. Institusi tinggal memulai perjalanan dengan menyusun borang dan portofolio sesuai format yang ditetapkan, kemudian melanjutkan ke tahap asessmen kecukupan, perbaikan publikasi apabila diperlukan, hingga assesmen lapangan oleh asesor dari lembaga sertifikasi internasional.
"Kita tinggal memulai perjalanan kita. Prosesnya memang panjang, tetapi itu bagian dari peningkatan mutu," jelasnya (6/1/26)
Di bidang akademik, Harjo juga memaparkan perkembangan Fakultas Kedokteran Untag Surabaya. Mahasiswa Kedokteran telah menyelesaikan satu semester awal perkuliahan. Proses pembelajaran dievaluasi melalui Badan Pengembangan Akademik, disertai pendampingan bagi mahasiswa yang mengalami ketertinggalan melalui pembelajaran remedial.
Hasil evaluasi menunjukkan seluruh mahasiswa mampu mencapai standar yang telah ditetapkan. Untuk peningkatan mutu pembelajaran pada semester berikutnya, seluruh dosen Fakultas Kedokteran dijadwalkan mengikuti Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI), yang mencakup penyusunan pembelajaran, proses evaluasi, hingga pengembangan metode pembelajaran.
"Peningkatan kualitas pendidikan merupakan kerja bersama dan hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika, bukan bergantung pada siapa yang mengerjakannya," tegas Harjo.
Arah pengembangan Untag Surabaya pada 2026 juga ditegaskan mengacu pada target institusi di tingkat Asia. untag kini memasuki milestone keempat periode 2025-2029, dengan tiga indikator utama perguruan tinggi akademik, yakni lulusan yang memiliki kompetensi khas sebagai daya saing, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pada level nasional, Untag Surabaya mencatat capaian strategis dengan terpilih sebagai salah satu dari 10 perguruan tinggi swasta yang mewakili LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur dalam penandatanganan kontrak kinerja Indikator Kinerja Utama (IKU) di Diktisaintek untuk tahun 2026. Dari ratusan perguruan tinggi di Jawa Timur, Untag Surabaya menjadi salah satu institusi yang mendapat kepercayaan tersebut.
Harjo hadir langsung ke Jakarta sebagai perwakilan Untag Surabaya dalam kegiatan tersebut. Kontrak kinerja IKU memuat delapan indikator utama yang mencakup capaian tahun 2025 serta target yang harus dicapai pada 2026.
Dibawah kepemimpinan baru, Untag Surabaya juga menegaskan komitmen terhadap inklusivitas melalui pendirian Pusat Layanan Disabilitas. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari program yang telah dirintis beberapa tahun sebelumnya, termaasuk saat Untag Surabaya menerima hibah terkait disabilitas.
Saat ini, Untag Surabaya memiliki sekitar 100 mahasiswa berkebutuhan khusus dengan ragam kondisi, mulai dari disleksia, tuna rungu, hingga tuna wicara. Pusat Layanan Disabilitas hadir untuk memberikan layanan yang lebih komprehensif, termasuk penyediaan sarana prasarana ramah disabilitas, seperti kamar mandi khusus difabel, akses pengganti tangga bagi pengguna kursi roda, hingga layanan perpustakaan jemput bola.
"Terkait program ke depan, kita menuju World Class University. Sederhananya, kita berada di tingkat internasional. Dosen diarahkan pada publikasi dan rekognisi internasional, mahasiswa didorong berprestasi di level internasional, dan lulus memiliki daya saing global," ujarnya.
Wakil Rektor II Untag Suraba, Supangat, Ph.D.,ITIL., COBIT., CLA., CISA., menilai kepemimpinan Harjo Seputro memiliki kekuatan utama pada aspek mutu. Menurutnya, sejak menjabat sebagai Wakil Rektor I, Harjo secara konsisten menekankan bahwa mutu merupakan fondasi reputasi institusi.
"Jika berbicara tentang mutu, itu menyangkut reputasi institusi. Itu yang dibangun oleh rektor baru kita dan akan kita lanjutkan secara berkesinambungan," jelas Supangat.
Ia juga menyoroti penguatan tata kelola dan percepatan transformasi digital sebagai bagian dari arah kepemimpinan baru. Tata kelola yang baik, menurutnya, akan berdampak langsung pada efisiensi institusi, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Lebih lanjut, Supangat menjelaskan bahawa pengakuan internasional tidak lagi semata menitikberatkan pada infrastruktur fisik, melainkan pada tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Salah satunya melalui pengelolaan emisi energi dan pemanfaatan air, termasuk pengolahan sisa air wudhu agar tidak terbuang sia-sia.
"Itu bagian dari penilaian World Class University. Bukan lagi soal gedung, tapi tentang pemanfaatan dan keberlanjutan," ungkapnya.
Dengan kepemimpinan baru, Untag Surabaya mengaskan komitmennya untuk terus bergerak menjadi kampus yang unggul, adaptif, dan berjejaring luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Vania/Warta17)
Untag Surabaya || Fakultas Vokasi Untag Surabaya|| SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya