tim robot fakultas vokasi siap merebut juara 1 dalam ajang kontes robot indonesia (KRI) 2020

Senin, 20 April 2020 - 08:05:19 WIB
Dibaca: 87 kali

Surabaya, 20 April 2020. Siola, salah satu robot karya mahasiswa Untag Surabaya yang dirancang secara kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Vokasi dan Fakultas Teknik.
Robot siola dirancang khusus untuk mengikuti ajang Kontes Robot Indonesia 2020 (KRI 2020) dengan tema "Robo Rugby 7s" yang memang ajang tersebut rutin setiap tahun digelar oleh kementerian RistekDikti, saat ini dibawah koordinasi pusat prestasi nasional.
Dengan berbekal telah menjadi juara 1 tingkat regional 4 pada tahun 2019 lalu, Siola siap bersaing dengan PTN maupun PTS peserta KRI 2020 dalam mengembangkan ilmu teknologi robotika.
KRI sendiri adalah ajang kompetisi robotik ternama dan populer ditingkat mahasiswa teknik, sebagian besar peserta KRI didominasi oleh PTN ternama di Indonesia, dan pada tahun ini tim robot Untag Surabaya akan berpartisipasi kembali dalam KRI 2020 melalui divisi Kontes Robot AbuRobocon Indonesia.
Menurut dosen pendamping Dimas Aditya P.W., S.ST., M.Tr.T. selaku salah satu dosen prodi teknologi listrik di Fakultas Vokasi Untag Surabaya "target yang selalu kita tanamkan ke teman2 mahasiswa adalah JUARA 1, karena juara 2 dan 3 itu bukanlah kemenangan" ungkap dimas, dimas juga menambahkan bahwa timnya sudah banyak belajar dari pengalaman kegagalan di tingkat nasional tahun lalu dimana salah satu kekurangannya adalah perlu adanya pendidikan mental karena pada pengalaman di tahun 2019 sebelumnya salah satu kekurangan dari timnya adalah masalah mental yang masih kurang percaya diri untuk menghadapi Perguruan tinggi yang lain, walaupun tak dipungkiri robot yang telah dirancang sebelumnya seharusnya miliki potensi menjadi juara di tingkat nasional, namun kesalahan tersebut membuat hasil akhir yang belum maksimal.
Semoga ditahun ini tim robot Untag Surabaya dapat merebut juara 1 dalam ajang Kontes Robot Indonesia 2020 dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kesehatan ditengah kondisi adanya pandemi covid-19 ini. (APW)